Pangkal Pinang - Pada era globalisasi dan digitalisasi saat ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) menghadapi tantangan kebangsaan yang semakin kompleks. Sebagai pilar utama abdi masyarakat dan perekat bangsa, ASN dituntut tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga karakter ideologis yang kokoh.

"Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman moral, etika, dan arah dalam penyelenggaraan pemerintahan di tengah dinamika perubahan yang begitu cepat, tantangan global, perkembangan teknologi informasi, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik, Aparatur Sipil Negara dituntut tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter, integritas, dan komisi kebangsaan yang kuat" ucap Plh. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dora Wardani saat membuka Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila bagi ASN Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara daring, Senin (6/7/2026).

Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila sangat krusial bagi ASN. Hal ini berkaitan erat dengan perwujudan Core Values

ASN BerAKHLAK, dimana nilai-nilai dasar ASN (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) berakar langsung dari sila-sila Pancasila. Pemahaman ideologi yang kuat akan mengoptimalkan implementasi budaya kerja ini demi pelayanan publik yang berdampak.

"Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam setiap kebijakan, pelayanan publik, pengambilan keputusan, serta perilaku ASN sebagai pelayan masyarakat," ujarnya.

Ia berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi sarana untuk menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa setiap ASN memiliki tanggung jawab dalam menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, menjunjung tinggi etika, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ASN terhadap nilai-nilai dasar Pancasila; memperkuat komitmen ASN dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintahan; menumbuhkan budaya kerja yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pelayanan publik; mendorong ASN menjadi agen perubahan dalam penguatan ideologi Pancasila di lingkungan kerja; dan mendukung terwujudnya pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Dora berpesan agar para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Mengingat bahwa perkembangan zaman harus selalu diiringi dengan kuatnya ideologi di dalam diri.

"Kepada seluruh peserta, Saya berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan menggali wawasan dari pada narasumber. Jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat," pesannya.

Tak lupa, apresiasi juga disampaikan untuk para narasumber atau Maheswara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang tersebar di seluruh Indonesia yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk berperan penting dalam penyelenggaraan pelatihan ini.

"Saya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh narasumber dan penyelenggara yang telah mempersiapkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Semoga pelaksanaan kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas ASN di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ucapnya.

Hadir pada pembukaan, Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP, Surahno, Direktur Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan BPIP, Toto Purbiyanto, Maheswara BPIP, dan jajaran pimpinan di lingkungan BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Peserta Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila adalah ASN Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berjumlah 40 peserta yang terdiri dari Pejabat Fungsional Ahli Pertama, Pejabat Fungsional Terampil, dan Pejabat Pelaksana.

Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila Tahun 2026 dilaksanakan secara Daring pada tanggal 6 sampai dengan 9 Juli 2026. Selama 4 hari pelatihan atau selama 32 jam pelajaran, materi yang diberikan, terdiri dari Sejarah Kelahiran, Perumusan, dan Penetapan Pancasila; Pokok-Pokok Pikiran Pancasila; Kedudukan Pancasila (falsafah dasar negara, pandangan hidup, dasar negara, ideologi negara, pemersatu bangsa, sumber segala sumber hukum negara) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara; Demokrasi Pancasila (Demokrasi Politik dan Demokrasi Ekonomi); Sistem Ekonomi Pancasila; dan Pembangunan Nasional Berdasarkan Pancasila. Tenaga Pengajar pada pelatihan ini, yakni Maheswara BPIP yang tersebar di seluruh Indonesia.