PANGKAL PINANG - Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional Tahun 2026 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (24/8/2026) malam. Dalam sambutannya, beliau menyebut MTQ KORPRI VIII 2026 sebagai momentum bersejarah. Selain jumlah peserta yang meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, pelaksanaan MTQ kali ini juga bertepatan dengan momentum penting bagi keluarga besar KORPRI.

“MTQ Korpri kali ini adalah MTQ yang bersejarah. Bukan hanya karena jumlah pesertanya naik berlipat ganda, tetapi juga bertepatan dengan ulang tahun Ketua Umum DPN Korpri Prof Zudan Arif Fakhrullah serta momentum penting Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujar Nasaruddin.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Sumatera Barat sebagai juara umum pada penyelenggaraan sebelumnya. Menurutnya, hubungan antara Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan telah terjalin sejak berabad-abad lalu, salah satunya melalui peran tokoh-tokoh ulama asal Minangkabau dalam penyebaran Islam di Sulawesi Selatan.

Nasaruddin menyebut keberadaan Tiga Datuk atau Datuk Tallue sebagai salah satu bukti hubungan sejarah tersebut. Tiga ulama asal Minangkabau itu dikenal memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Sulawesi Selatan pada akhir abad ke-16 hingga abad ke-17.

“Sebagai juara umum, saya apresiasi Sumatera Barat. Saya juga mengapresiasi Pemerintah Sulawesi Selatan yang menjadi tuan rumah. Hubungan Sumbar dengan Sulsel sudah terjalin sejak berabad-abad,” katanya.

Nasaruddin berharap seluruh rangkaian MTQ VIII Korpri dapat berlangsung lancar dan menghasilkan penyelenggaraan yang berkualitas. Ia menilai keberadaan dewan hakim pada MTQ kali ini juga menjadi salah satu kekuatan karena diisi oleh tokoh-tokoh yang memiliki kompetensi.

Plt. Kepala BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dora Wardani, selaku Sekretaris Dewan Pengurus KORPRI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mewakili Ketua, bersama kafilah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut menghadiri acara.

Kafilah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 24 orang akan mengikuti sejumlah cabang perlombaan, yakni Tartil, Tilawah, Hifzh, Dakwah, Khutbah Jumat, Khath, dan Adzan.

Keikutsertaan KORPRI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 menjadi bagian dari komitmen untuk mendorong penguatan pembinaan spiritual Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus memberikan ruang bagi para peserta untuk mengembangkan potensi di bidang Al-Qur’an.

“Kami membawa 24 anggota kafilah untuk mengikuti MTQ ini dengan semangat memberikan yang terbaik bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kami berharap seluruh peserta dapat tampil percaya diri, menjunjung sportivitas, dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik,” ujar Dora.

Menurutnya, MTQ KORPRI juga memiliki nilai penting dalam membentuk karakter ASN. Nilai-nilai Al-Qur’an, kata Dora, diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membaca, menghafal, atau memahami ayat, tetapi dapat tercermin dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Bagi kami, MTQ bukan hanya arena perlombaan. Ini adalah kesempatan untuk memperkuat keimanan, membangun karakter, dan menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an agar semakin kuat dalam kehidupan maupun dalam menjalankan tugas sebagai ASN,” katanya.

Ketua DPKN, Zudan: Menag Contoh ASN Sejati, MTQ Korpri Jadi Ruang Dakwah

Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional (DPKN)  Zudan Arif Fakhrulloh menyebut Menteri Agama sebagai sosok yang patut menjadi teladan bagi seluruh ASN.

Dalam sambutannya, Zudan menilai perjalanan karier Menteri Agama menunjukkan keteladanan seorang ASN yang membangun karier dari bawah hingga dipercaya menduduki jabatan sebagai menteri.

"Beliau adalah ASN sejati. Mulai dari nol, kemudian meraih gelar doktor, menjadi dosen, sampai akhirnya menjadi menteri. Ini yang harus kita contoh bagi semua ASN," kata Zudan dalam sambutannya.

Menurut dia, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa seorang ASN dapat terus berkembang melalui proses pendidikan, pengabdian, dan kerja keras.

Zudan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Sekretaris Daerah, serta panitia pusat dan daerah yang telah bersedia menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ VIII KORPRI.

Ia turut mengucapkan terima kasih kepada jajaran ASN, Pemerintah Kota Makassar, dan Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang ikut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 diikuti 1.173 peserta dan ofisial dari berbagai daerah serta kementerian dan lembaga. 

Menurut Zudan, kehadiran ribuan peserta tersebut tidak hanya menjadi bagian dari syiar Al Quran, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah tuan rumah.

"Ini merupakan berkah bagi Kota Makassar karena hotel dan UMKM laris manis," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zudan juga mengungkapkan bahwa MTQ VIII Korpri di Sulawesi Selatan memiliki makna khusus bagi dirinya.

Setelah sekitar 12 tahun memimpin Korpri, ia menyebut pelaksanaan MTQ kali ini sebagai MTQ wada atau MTQ perpisahan.

"Ini merupakan MTQ wada, atau MTQ perpisahan. Sejak kami memimpin Korpri, sudah enam kali kita adakan MTQ Korpri," kata Zudan.

Ia mengatakan, pelaksanaan MTQ Korpri selama ini tidak hanya menjadi ajang untuk mencari peserta terbaik dalam bidang keagamaan.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan ASN sekaligus membangun integritas dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 tersebut menjadi momentum bagi seluruh kafilah dari berbagai daerah untuk berkompetisi sekaligus memperkuat silaturahmi. Bagi KORPRI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, keikutsertaan 24 anggota kafilah diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membawa semangat pengamalan Al-Qur’an ke lingkungan pemerintahan dan masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.