PANGKAL PINANG — Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dora Wardani beserta jajaran menyambut kedatangan Tim Continuous Improvement Forum (CIF) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di Gedung VIP Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Selasa (22/9/2026). Kunjungan ini bermaksud untuk melaksanakan audiensi dengan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto dalam rangka pengembangan budaya mutu secara berkelanjutan.
Rombongan diterima di ruang kerja Sekda, lantai 1 Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Dalam audiensi, Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN LAN, Army Winarty menyampaikan Tim CIF diarahkan untuk memastikan hasil evaluasi akreditasi diterjemahkan menjadi agenda perbaikan yang konkret dan terukur. Menurutnya, peningkatan mutu lembaga pelatihan membutuhkan proses evaluasi yang berkelanjutan, bukan hanya persiapan ketika akreditasi dilakukan.
“CIF ini menjadi ruang untuk melihat bersama apa yang sudah berjalan, apa yang masih perlu diperbaiki, dan bagaimana hasil penilaian akreditasi dapat ditindaklanjuti melalui langkah perbaikan yang nyata dan berkelanjutan,” ujar Army.
Kunjungan ini juga merupakan bagian dari CIF yang secara khusus memberikan pendampingan melalui kunjungan langsung ke lembaga pelatihan BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pendampingan CIF dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas hasil penilaian akreditasi Program Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP). Melalui forum ini, LAN RI bersama BKPSDMD melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pelatihan sekaligus mengidentifikasi langkah-langkah perbaikan yang diperlukan agar peningkatan kualitas tidak berhenti pada pemenuhan standar akreditasi, tetapi menjadi proses yang berlangsung secara berkelanjutan.
BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebelumnya telah menerima Hasil Penilaian Akhir Akreditasi pada 10 Agustus 2026. Hasil tersebut menjadi salah satu pijakan untuk melihat kembali aspek-aspek penyelenggaraan pelatihan yang perlu diperkuat.
Dari sisi kebijakan, penguatan mutu lembaga pelatihan juga memerlukan dukungan pimpinan organisasi. Fery Afriyanto menegaskan bahwa hasil evaluasi tersebut perlu menjadi dasar dalam menentukan arah pengembangan lembaga pelatihan, termasuk memastikan dukungan sumber daya yang dibutuhkan.
“Peningkatan kualitas pelatihan harus menjadi bagian dari kebijakan pengembangan kompetensi ASN di daerah. Karena itu, kami perlu memastikan arah kebijakan mutu berjalan jelas dan didukung dengan sumber daya, baik anggaran maupun SDM, agar perbaikan dapat dilaksanakan secara konsisten,” kata Fery.
Ia juga menyampaikan bahwa pengembangan kompetensi ASN perlu ditempatkan sebagai bagian dari penguatan kinerja organisasi secara keseluruhan. Karena itu, pembelajaran tidak cukup dilakukan secara parsial melalui program pelatihan, tetapi perlu diintegrasikan dengan kebutuhan organisasi dan pengembangan kompetensi ASN.
“Kita ingin pembelajaran ASN semakin terhubung dengan kebutuhan organisasi dan target kinerja pemerintah daerah. Konsep pembelajaran terintegrasi berbasis Corporate University perlu kita dorong agar investasi pengembangan kompetensi memberikan dampak yang lebih nyata terhadap kinerja,” ujarnya.
Kepala BKPSDMD, Dora Wardani mengatakan hasil CIF akan menjadi bahan penting bagi BKPSDMD dalam menyusun dan melaksanakan tindak lanjut perbaikan. Menurutnya, penguatan tidak hanya menyangkut aspek administrasi penyelenggaraan, tetapi juga kualitas proses pembelajaran, pengelolaan SDM pelatihan, serta pemenuhan dukungan yang diperlukan untuk menjaga mutu.
“Kami akan menindaklanjuti hasil pendampingan ini secara bertahap dan terukur. Setiap rekomendasi akan kami petakan menjadi langkah perbaikan sesuai kewenangan dan kapasitas BKPSDMD, sehingga peningkatan mutu dapat terlihat dalam penyelenggaraan pelatihan berikutnya,” tutur Dora.
Melalui CIF, BKPSDMD diharapkan mampu membangun mekanisme perbaikan yang lebih sistematis sekaligus memperkuat komitmen bersama antara pimpinan daerah, perangkat daerah, dan lembaga pelatihan. Pendekatan tersebut menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan mutu sekaligus membuka ruang bagi pengembangan pembelajaran ASN yang lebih adaptif terhadap kebutuhan organisasi dan perubahan lingkungan pemerintahan.
Audiensi ini menjadi bagian awal dari rangkaian pendampingan CIF LAN RI di BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hasil evaluasi, penguatan komitmen pimpinan, dukungan sumber daya, serta pengembangan pembelajaran terintegrasi berbasis Corporate University selanjutnya diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas lembaga pelatihan dan pengembangan kompetensi ASN di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara berkelanjutan.
Audiensi turut dihadiri Kepala Biro Organisasi, Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yudi Suhasri, Kepala Bidang PSDM Lia Meyana, Kepala Bidang PPIKKA Irsan Saputra, Tim CIF LAN RI Analis yang terdiri dari Kebijakan Ahli Madya Siti Tunsiah, dan Analis Kebijakan Ahli Muda, Bimo Prakoso.